Biografi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono " Tulisan 12 "

0 komentar

Jumat, 02 Maret 2012

                       Susilo Bambang Yudhoyono Atau lebih dikenal dengan sebutan Presiden SBY adalah Presiden RI ke 6. Lahir di Tremas, Arjosari, Pacitan, Jawa Timur, 9 September 1949, yang menjabat sejak tanggal 20 Oktober 2004. Ia bersama Wakil Presiden Muhammad Yusuf Kalla, terpilih dalam Pemilu Presiden 2004. Ia berhasil melanjutkan pemerintahannya untuk periode yang kedua dengan kembali memenangkan Pemilu Presiden 2009, kali ini bersama Wakil Presiden Boediono, sehingga sejak era reformasi dimulai. Presiden SBY merupakan Presiden Indonesia pertama yang menyelesaikan masa kepresidenan selama 5 tahun dan berhasil terpilih kembali untuk periode yang kedua. MPR periode 1999-2004 mengandemen UUD 1945 sehingga presiden dan wakil presiden dipilih secara langsung oleh rakyat. Pemilu presiden berlangsung dua tahap dan Presiden SBY menang dengan 60,9 persen suara pemilih. Dia kemudian tercatat sebagai presiden terpilih pertama pilihan rakyat.

            Pensiunan jenderal berbintang empat ini adalah anak tunggal dari pasangan R. Soekotjo dan Sitti Habibah. Darah prajurit menurun dari ayahnya yang pensiun sebagai Letnan Satu. Sementara ibunya, Sitti Habibah, putri salah seorang pendiri Ponpes Tremas. Beliau dikaruniai dua orang putra yakni Agus Harimurti Yudhoyono (mengikuti dan menyamai jejak dan prestasi SBY, lulus dari Akmil tahun 2000 dengan meraih penghargaan Bintang Adhi Makayasa) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (lulusan terbaik SMA Taruna Nusantara, Magelang yang kemudian menekuni ilmu ekonomi). 


Sumber

http://saptokoji.blogspo
t.com/2011/04/urutan-presiden-indonesia-dari-masa-ke.html
http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/06/biografi-presiden-susilo-bambang_10.html

Biografi Presiden Megawati Soekarnoputri " Tulisan 11 "

0 komentar



Megawati Soekarnoputri atau umum dikenal sebagai Mega (lahir di Yogyakarta23 Januari 1947; umur 65 tahun) adalah Presiden Indonesia yang kelima yang menjabat sejak 23 Juli 2001 – 20 Oktober 2004. Ia merupakan presiden wanita Indonesia pertama dan anak presiden Indonesia pertama yang mengikuti jejak ayahnya menjadi presiden. Pada 20 September 2004, ia kalah oleh Susilo Bambang Yudhoyono dalam tahap kedua pemilu presiden 2004.
Ia menjadi presiden setelah MPR mengadakan Sidang Istimewa MPR pada tahun 2001. Sidang Istimewa MPR diadakan dalam menanggapi langkah Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang membekukan lembaga MPR/DPR dan Partai Golkar. Ia dilantik pada 23 Juli 2001. Sebelumnya dari tahun1999-2001, ia menjabat Wakil Presiden di bawah Gus Dur.
Megawati juga merupakan ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sejak memisahkan diri dari Partai Demokrasi Indonesia pada tahun 1999.

Mulai aktif di politik pada 1986, sebagai wakil ketua PDI Cabang Jakarta Pusat. Semula keluarga Bung Karno sepakat untuk tidak berpolitik, namum karena bujuk rayu Soerjadi dan Sukowaluyo dua fungsionaris PDI waktu itu, Megawati melanggar kesepakatan keluarga. Karir politiknya terbilang melesat. Mega hanya butuh waktu satu tahun menjadi anggota DPR RI. Pada 1993 dalam Kongres PDI yang diselenggarakan di Surabaya 1993, Megawati terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PDI. Presiden Soeharto tidak suka dan Megawati digulingkan. Inilah awalmula Peristiwa 27 Juli 1996 yang mempopulerkan Megawati hingga kemudian PDI Perjuangan, partai yang didirikan Megawati untuk Pemilu 1999, menang. Ia menjadi Presiden menggatikan Presiden Abdurahman Wahid yang digulingkan MPR. Namun kalah melawan Susilo Bambang Yudhoyono dalam pemilihan umum presiden 2004.
Popularitas Megawati waktu itu menurun tajam, lebih banyak karena ia kurang mampu berkomunikasi dengan massa dan media massa. Menjelang Pemilu 2004, hubungannya dengan media massa sangat buruk, ia tidak tampil dalam konferensi-konferensi pers tentang Keadaan Darurat Militer di Aceh dan menyerahkannya kepada Menkopolkam Susilo Bambang Yudhoyono yang segera mengambil alih kesempatan “berhubungan” dengan media itu sebaik-baiknya. Megawati menutup diri dari media. Dalam wawancara kampanye presiden di televisi, Megawati gagal menyampaikan visi pemerintahannya ke depan dan terpancing emosinya yang menyebabkan publik bertanya-tanya tentang kemampuannya memimpin bangsa yang besar ini.
Di masa pemerintahannya yang meneruskan periode kepresidenan KH Abdurrahman Wahid, Presiden Megawati mensahkan UU No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, walaupun implementasinya justru dilakukan di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Di PDI Perjuangan Megawati memimpin dengan keras, dan cenderung sulit menerima perbedaan pendapat, sehingga banyak fungsionaris penting yang meninggalkan partai itu, seperti Eros Djarot, Dimyati Hartono, Sukowaluyo Mintorahardjo, Arifin Panigoro, Roy BB Djanis, dan lain-lain

Sumber
http://biografi.rumus.web.id/2010/10/biografi-presiden-megawati.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Megawati_Soekarnoputri

Biografi Presiden Abdurrahman Wahid (Gusdur) " Tulisan 10 "

0 komentar
          K.H. ABDURRAHMAN WAHID dikenal dengan GUSDUR adalah Presiden Indonesia yang ke 4, lahir di Jombang, Jawa Tengah, pada tanggal 7 September 1940, meninggal di Jakatra pada tanggal 30 Desember 2009.

Gusdur adalah tokoh muslim Indonesia dan pemimpin politik yang menjadi Presiden Indonesia dari tahun 1999 sampai dengan tahun 2001, menggantikan Presiden BJ. Habibie setelah dipilih oleh MPR hasil pemilu 1999. Penyelenggaraan pemerintahannya dibantu oleh Kabinet Persatuan Nasional.
Abdurrahman Wahid adalah mantan ketua Tanfidziyah (badan eksekutif) Nahdlatul Ulama (NU) dan pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). 


Masa Kepresidenan Gusdur dimulai pada tanggal 20 Oktober 1999 dan berakhir pada Sidang Istimewa MPR pada tanggal 23 Juli 2001, kepemimpinannya digantikan Megawati Soekarno Putri oleh MPR. 


Sumber
http://www.biografitokohdunia.com/2011/01/biografi-kh-abdurrahman-wahid-gusdur.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Abdurrahman_Wahid
http://nusantaranews.wordpress.com/2009/12/30/gus-dur-selamat-jalan-pahlawan-demokrasi-dan-pluralisme/

Biografi Presiden Baharuddin Jusuf Habibie " Tulisan 9 "

0 komentar


          Bacharuddin Jusuf Habibie, Presiden ketiga Republik Indonesia yang biasa dipanggil B.J. Habibie. Jabatannya digantikan oleh Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang terpilih sebagai presiden pada 20 Oktober 1999 oleh MPR hasil Pemilu 1999. Dengan menjabat selama 2 bulan dan 7 hari sebagai wakil presiden, dan 1 tahun dan 5 bulan sebagai presiden, Habibie merupakan Wakil Presiden dan juga Presiden Indonesia dengan masa jabatan terpendek. 

Masa kecil Habibie dilalui bersama saudara-saudaranya di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Sifat tegas berpegang pada prinsip telah ditunjukkan Habibie sejak kanak-kanak. Habibie yang punya kegemaran menunggang kuda ini, harus kehilangan bapaknya yang meninggal dunia pada 3 September 1950 karena terkena serangan jantung. Tak lama setelah bapaknya meninggal, Habibie pindah ke Bandung untuk menuntut ilmu di Gouvernments Middlebare School. Di SMA, beliau mulai tampak menonjol prestasinya, terutama dalam pelajaran-pelajaran eksakta. Habibie menjadi sosok favorit di sekolahnya.

Setelah tamat SMA di bandung tahun 1954, beliau masuk Universitas Indonesia di Bandung (Sekarang ITB). Beliau mendapat gelar Diploma dari Technische Hochschule, Jerman tahun 1960 yang kemudian mendapatkan gelar Doktor dari tempat yang sama tahun 1965. Habibie menjadi Profesor kehormatan (Guru Besar) pada Institut Teknologi Bandung.

Langkah-langkah Habibie banyak dikagumi, penuh kontroversi, banyak pengagum namun tak sedikit pula yang tak sependapat dengannya. Setiap kali, peraih penghargaan bergengsi Theodore van Karman Award, itu kembali dari “habitat”-nya Jerman, beliau selalu menjadi berita. Habibie hanya setahun kuliah di ITB Bandung, 10 tahun kuliah hingga meraih gelar doktor konstruksi pesawat terbang di Jerman dengan predikat Summa Cum laude. Lalu bekerja di industri pesawat terbang terkemuka MBB Gmbh Jerman, sebelum memenuhi panggilan Presiden Soeharto untuk kembali ke Indonesia.

Sumber

http://smp-keluarga.blogspot.com/search/label/Biography 
http://www.ceritamu.com/Info/Individu/Bacharuddin-Jusuf-Habibie
http://www.engineeringtown.com/teenagers/index.php/profil-insinyur/553-prof-dr-ing-baharuddin-jusuf-habibie.html

Biografi Presiden Soeharto " Tulisan 8 "

0 komentar
Presiden Soeharto adalah Presiden Indonesia ke 2 menggantikan Soekarno dari tahun 1967 sampai tahun 1998. Soeharto lahir di Kemusuk, Argomulyo, Yogyakarta, 8 Juli 1921, meninggal di Jakarta, 27 Januari 2008 pada umur 86 tahun. Soeharto kemudian mengambil alih kekuasaan dari Soekarno.

Pada tahun 1967 dan kemudian resmi menjadi Presiden pada tahun 1968. Ia dipilih kembali menjadi Presiden oleh MPR pada tahun 1973, tahun 1978, tahun 1983, tahun 1988, tahun 1993 dan tahun 1998. 
Presiden Soeharto juga dianugrahi Bapak Pembangunan Nasional oleh MPR. Dan pada masa kepemimpinannya, beliau dianugrahi Kehormatan Jenderal Berbintang Lima oleh Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).



Pada tahun 1998, masa jabatan Presiden Soeharto berakhir setelah mengundurkan diri pada tanggal 21 Mei tahun tersebut, menyusul terjadinya Kerusuhan Massal bulan Mei 1998 dan pendudukan gedung DPR/MPR oleh ribuan mahasiswa.


Presiden Soehato merupakan orang Indonesia terlama dalam jabatannya sebagai Presiden. Ia kemudian digantikan oleh BJ. Habibie

Sumber
http://www.eocommunity.com/showthread.php?tid=18703
http://livean.com/blog/biografi-tentang-presiden-soekarno/
http://min-hamayung.blogspot.com/2011/06/biografi-singkat-presiden-soeharto.html

Biografi Presiden Syafruddin Prawiranegara " Tulisan 7 "

0 komentar
       
         Sjafruddin Prawiranegara lahir di Serang, 28 Februari 1911 dan wafat di Jakarta, 15 Februari 1989. Dia adalah pejuang kemerdekaan RI yang menjabat sebagai Presiden/Ketua PDRI merangkap Menteri Pertahanan serta Menteri Penerangan dan Urusan Luar Negeri ketika pemerintahan RI di Yogyakarta dikuasai Belanda setelah agresi militer yang kedua, 19 Desember 1948.


Saat itu, Presiden Soekarno bersama Wakil Presiden Mohammad Hatta diasingkan ke Pulau Bangka.


Dalam tubuh Sjafruddin mengalir darah campuran Banten dan Minang. Buyutnya, Sutan Alam Intan, keturunan Raja Pagaruyung di Sumatera Barat, dibuang ke Banten karena terlibat Perang Paderi.


Sutan menikahi puteri bangsawan Banten, yang melahirkan kakek Syafruddin, yang kelak memiliki anak bernama R Arsyad Prawiraatmadja. Arsyad, ayah Syafruddin bekerja sebagai jaksa tetapi dekat dengan rakyat. Ia dibuang Belanda ke Jawa Timur.


Sjafruddin menempuh pendidikan ELS (Europeesche Lagere School) setara Sekolah Dasar (SD) tahun 1925, MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) setara sekolah menengah pertama (SMP) di Madiun tahun 1928 dan AMS (Algemeene Middelbare School) setara sekolah menengah atas (SMA) di Bandung tahun 1931.


Ia lulusan Rechtshogeschool (Sekolah Tinggi Hukum, sekarang Fakultas Hukum Universitas Indonesia) di Jakarta (Batavia) dan bergelar Meester in de Rechten. Sjafruddin menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri, Menteri Keuangan dan Menteri Kemakmuran.


Ia juga menjadi Wakil Perdana Menteri tahun 1946, Menteri Keuangan yang pertama tahun 1946 dan Menteri Kemakmuran tahun 1947. Saat menjabat sebagai Menteri Kemakmuran terjadi agresi militer kedua Belada yang menyebabkan pembentukan PDRI di Sumatera.


Seusai menyerahkan kembali kekuasaan Pemerintah Darurat RI, ia menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri tahun 1949, kemudian Menteri Keuangan tahun 1949-1950. Selaku Menteri Keuangan dalam Kabinet Hatta, bulan Maret 1950, ia memotong uang bernilai Rp5 lebih hingga separuh.


Kebijakan moneternya dikritik dan dikenal dengan julukan "Gunting Sjafruddin". Sjafruddin menjadi Gubernur Bank Sentral Indonesia yang pertama, tahun 1951. Sebelumnya, ia adalah Presiden Direktur Javasche Bank yang terakhir, kelak namanya menjadi Bank Sentral Indonesia.


Ia menulis buku "Sejarah Moneter" dibantu Oei Beng To, Direktur Utama Lembaga Keuangan Indonesia. Awal tahun 1958, PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia) berdiri akibat ketidakpuasan terhadap pemerintah karena ketimpangan sosial yang terjadi.


Ia diangkat sebagai Presiden PRRI yang berbasis di Sumatera Tengah. Dalam kabinet PRRI, Sjafruddin adalah Perdana Menteri merangkap Menteri Keuangan. Bulan Agustus 1958, perlawanan PRRI berakhir dan pemerintah pusat di Jakarta menguasai kembali wilayah-wilayah yang sebelumnya bergabung dengan PRRI.


Keputusan Presiden Nomor 449 Tahun 1961 menetapkan pemberian amnesti dan abolisi kepada orang-orang yang tersangkut pemberontakan, termasuk PRRI.


Sjafruddin beristri Tengku Halimah Syehabuddin, seorang wanita kelahiran Aceh. Memasuki masa tuanya, ia menjadi seorang mubaligh. Dalam aktivitas keagamaannya, ia menjadi Ketua Korp Mubalig Indonesia (KMI).


Dia adalah tokoh Partai Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia) yang pada Juni 1985, berkhotba Idul Fitri 1404 H di Masjid Al-A'raf, Tanjungpriok, Jakarta.  

Sumber

Biografi Presiden Ir. Soekarno " Tulisan 6 "

0 komentar
Masa Bakti 1945 — 1966
Ir. SOEKARNO adalah Presiden Indonesia Pertama, Lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Mei 1970 pada umur 69 tahun.

Ia memainkan peranan penting untukmemerdekakan Bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Ia adalah penggali Pancasila. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) pada tanggal 17 Agustus 1945.


Soekarno menandatangani Surat Perintah 11 Maret 1966 (lebih dikenal dengan :SUPERSEMAR) yang isinya berdasarkan versi yang dikeluarkan Markas Besar Angkatan Darat, Menugaskan Letnan Jenderal Soeharto untuk mengamankan dan menjaga keamanan negara dan institusi kepresidenan. Supersemar menjadi dasar Soeharto untuk membubarkan PKI (Partai Komunis Indonesia) dan mengganti anggotanya yang duduk di parlemen. Setelah pertanggungjawabannya ditolak oleh MPRS pada sidang umum ke empat tahun 1967, Presiden Soekarno diberhentikan dari jabatannya sebagai Presiden pada Sidang Istimewa MPRS di tahun yang sama dan mengangkat Soeharto sebagai pejabat Presiden Republik Indonesia



Sumber